Pasang Telepon


Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu dan serba kikuk.

Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya.

Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel. "Wah…, ini pasti wartawan TV yg mau mewawancarai aku…", pikirnya dalam hati.

Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon dia berkata: "Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini…"

Kemudian selama beberapa puluh menit dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut ‘demi rakyat’ atau ‘kepentingan rakyat’ keras-keras. Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tsb.

"Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai…"

Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya salah satunya berkata: "Maaf pak…, kami datang kesini mau memasang saluran telepon bapak…"

Di sebuah Pesawat


Ketika pesawat sedang bersiap untuk take-off, seorang anak 5 tahun marah-marah dengan liar. Tidak peduli apa karena frustrasi, sang ibu mencoba menenangkannya, namun anak itu terus berteriak keras dan menendang kursi di sekelilingnya.

Tiba-tiba, dari bagian belakang pesawat, seorang pria tua dengan seragam Jendral Angkatan Udara terlihat perlahan-lahan berjalan ke depan, menghentikan ibu yang bingung dengan tangan terangkat. Berambut putih, sopan, Jendral bersuara lembut itu membungkuk ke bawah, menunjuk ke arah dadanya, berbisik sesuatu ke telinga anak itu.
Baca lebih lanjut

Tolong Kirim 4 Mobil Lagi


Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa ngomong bhs Indonesia.
Bule: “Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah Jaguar XK.”
Dirjen : “Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau hari gini masih ngasih-ngasih hadiah. Apa kata dunia?”
Bule: “Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat.”
Baca lebih lanjut

Keajaiban Dunia


Suatu hari di sebuah kelas, sekelompok kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Kejaiban Dunia”pada awal pelajaran mereka disuruh untuk menuliskan tujuh keajaiban dunia yang mereka ketahui saat ini, walaupun ada beberapa tidak kesesuian, namun secara garis besar mereka menuliskan tujuh kejaiban dunia tersebut :

  1. Piramida
  2. Taj Mahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Kuil Anko
  5. Menara Eiffel
  6. Borobudur
  7. Dll, Dsb

Baca lebih lanjut

Abunawas dan Pengemis


Ada seorang saudagar di Bagdad yang mempunyai sebuah kolam yang airnya terkenal sangat dingin. Konon tidak seorangpun yang tahan berendam didalamnya berlama-lama, apalagi hingga separuh malam.

“Siapa yang berani berendam semalam di kolamku, aku beri hadiah sepuluh ringgit,” kata saudagar itu. Ajakan tersebut mengundang banyak orang untuk mencobanya. Namun tidak ada yang tahan semalam, paling lama hanya mampu sampai sepertiga malam.

Baca lebih lanjut

Apa kamu sudah ngomong sama Allah


Pagi ini seorang pejabat ketua mengemukakan pendiriannya didepan saya dan teman saya. Kandungan script berikut mengambarkan apa yang ada dalam pikiran sang ketua, namun teksnya tidak sama persis, agar tidak tampak vulgar:
A : “Kyai, surga itu bukan khusus untuk orang Islam. Dia milik semua umat.”
K: “Saya percaya. Kan setiap agama, memang punya konsep soal surga masing-masing.”

Baca lebih lanjut