Pandir


Suatu hari, Nasrudin ke pasar dengan membawa karung berisi gandum. Tiba di tengah pasar, Nasrudin langsung mengambil beberapa genggam gandum dari karung seorang penjual, lalu dimasukkan ke dalam karungnya.

“Hai! Apa yang kamu lakukan?” tanyanya.

“Aku ini orang pandir. Aku melakukan sesuatu sesuai perintah otakku,” jawab Nasrudin.

“Kalau kau pandir, mengapa tidak kau ambil gandum dari karungmu lalu kau masukkan ke dalam karung orang lain?”

“Aku si pandir biasa. Kalau saranmu aku lakukan itu namanya aku pandir berlipat,” jawab Nasrudin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s