Voucher Belanja


Satu hari saya diminta untuk mengumpulkan safety passport, kartu tanda pengenal yang sudah diisi dengan daftar training atau safety induksi sehingga orang yang menpunyai kartu tersebut dapat masuk ke dalam lingkungan pabrik.

Karena akan ikut kegiatan shutdown (yang ditempat saya bekerja dulu dinamakan turn around), sayapun mengumpulkan kartu safety passport tersebut dan setelah saya kumpulkan ada empat kartu termasuk kartu saya sendiri yang harus di mutakhirkan daftarnya sesuai dengan training/induksi yang sudah diikuti,

Setelah terkumpul sayapun pergi untuk menyerahkan kartu tersebut dank arena tidak bertemu dengan technical assistant yang mengurusi masalah ini, karena saya harus mengerjakan pekerjaan lain dan gedung tempat saya berbeda dengan gedung tempat technical assistant ini, sayapun menitipkan pada technical assistant lain yang duduk bersebelahan.

Keesokan harinya, sayapun ditanya oleh salah seorang pemilik kartu, “Mana kartu saya?”

“Masih ada di technical assistant”, jawab saya

Diapun menyambung : “Saya perlu kartu tersebut untuk rapat pagi dengan orang-orang produksi”

Dan saya jawab lagi : “baiklah, saya ambil sekarang”

Setelah saya sampai dan bertemu dengan technical assistant yang dimaksud, diapun bertanya, “Kamu datang kesini untuk mengambil voucher”. Diapun mengeluarkan daftar dan sebuah amplop

Karena saya tidak mengerti voucher apa yang dimaksud, saya tetap bilang, “Saya mau ambil kartu safety passport”

Diapun menjelaskan bahwa kemarin tidak ada sopir yang mengantarkan kartu tersebut dan dia baru akan mengirimkannya hari ini dan bahwa dia sudah memberitahukan hal itu kepada koordinator di unit kami.

Tidak ada informasi sama sekali kepada saya sebelum ini, seandainya saya tahu maka saya tidak perlu report-report untuk pergi kegedung lain hanya untuk menanyakan status kartu-kartu tersebut.

Setelah mengetahui informasi ini sayapun memberitahukan informasi tersebut kepada pemilik kartu yang menanyakan kepada saya dan diapun mengerti

Setelah urusan ini selesai saya ditanya lagi oleh technical assistant : “Jadi kamu mau voucher apa tidak”

Masih bingung sayapun bilang : “Rasanya saya pernah dapat email mengenai hal ini, dan saya sudah mengisi daftarnya”.

Diapun menambahkan, “Iya ini vouchernya”.

Saya lihat daftar yang dia sodorkan, ternya tinggal dua atau tiga orang saja termasuk saya yang belum mengambil voucher tersebut. Sayapun paraf dalam daftar terebut sebagai bukti saya menerima voucher itu.

Alhamdulillah, saya menerima voucher belanja di salah satu Supermarket seharga QR500 dan sayapun jadi teringat kata-kata istri saya beberapa hari lalu bahwa sudah lama kami tidak belanja di Supermarket tersebut.

Rejeki memang tidak ada yang dapat menduga darimana datangnya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang bersyukur.

One thought on “Voucher Belanja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s