Riki dan Susan


Riki sedang berbaring di tempat tidur karena sakit yang dideritanya.… Hanya tinggal menunggu waktu saja nyawanya melayang.
Isterinya, Susan berada di sampingnya, sambil memegang tangan suaminya yang lemah dia menangis dengan air mat berlinang.

Ketika Susan berdoa, Riki memandangi isterinya dan bibir yang pucat pasi, dia berkata secara perlahan.

“Susan, istriku,” ia berbisik.

“Suamiku, jangan berbicara, istirahatlah.”

“Susan, saya harus mengakui sesuatu,” ia berkata dengan lemah.

“Tidak ada yang perlu di akui,” jawab Susan dengan bersedih.

“Semuanya baik-baik saja, tidurlah,” kata istrinya sambil menangis.

“Tidak saya ingin mati dengan damai. Susan, saya telah berlaku curang dengan kakakmu,
teman baikmu, dan ibumu.”

“Saya sudah tahu…,” jawab Susan,  “Karena itulah saya meracuni kamu…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s