Kafilah Seribu Unta


Di masa Umar (radiallahu Anhu) ada kelaparan parah. Semua penduduk Madinah menderita karena kekurangan makanan. Sebuah kafilah terdiri dari seribu unta sarat dengan muatan besar biji-bijian makanan milik Usman (radiallahu Anhu) tiba dari Syam (Suriah). Beberapa pedagang menawar untuk membeli semua itu.

Usman bertanya berapa keuntungan yang akan mereka bayar?

“Lima persen,” jawab mereka.

Usman Mengatakan bahwa dia bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dari itu. Mereka mulai berdebat dengan Usman (radiallahu Anhu) dengan mengatakan bahwa mereka tidak tahu ada pedagang yang akan menawar lebih tinggi dari mereka.

Usman (radiallahu Anhu) kemudian berkata kepada mereka, “Aku tahu dari siapa yang akan membayar kembali keuntungannya lebih dari tujuh ratus kali”. Diapun kemudian membacakan ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa Allah Ta’ala akan membayar keuntungan itu:

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah sebagai perumpamaan sebulir gandum yang tumbuh menjadi tujuh bulir, pada tiap tangkai memiliki seribu bulir. Allah melipat gandakan ganjaran kepada siapa yang Dia kehendaki Dan Allah Maha luas karuniaNya dan Maha Mengetahui “(QS-2:261).

“Wahai Pedagang saksikanlah bahwa saya menyumbangkan semua ini untuk orang miskin Madinah!” kata Usman (radiallahu Anhu).

Sumber: Shaikh Habibullah Mukhtaar dalam bukunya : “Bringing Up Children in Islam” in the chapter of Generosity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s