Sehelai Kwitansi


Di usianya yang melebihi 60 tahun, seorang bapak tua menderita penyakit di saluran kemih, sehingga ia tidak bisa buang kecil secara normal. Dokter akhirnya memutuskan ia harus dioperasi.

Setelah operasi selesai dilaksanakan, dan kondisi si Bapak telah pulih, akhirnya ia dibolehkan pulang oleh tim medis.

“Selamat Pak, Bapak sudah sembuh”. Ujar sang dokter kepada Pak Tua di ruangannya.

“Sama-sama, Dokter”.

“Oh ya, ini Pak tagihan biayanya”. Ucap Dokter seraya menyerahkan sehelai kwitansi.

Pak tua itu menerima kwitansi tanpa banyak bicara. Lama ia menatap angka-angka yang tertera di dalamnya. Tak di sadari, air matanya lalu menetes.

“Kenapa, Pak? Mengapa Bapak menangis? Bapak tidak punya uang sebanyak itu? Kalau Bapak tidak sanggup membayar, Bapak boleh mengajukan asuransi kesehetan warga miskin ke Pemerintah”. Sang Dokter mencoba menenangkan Bapak Tua itu.

“Bukan begitu dokter. Saya menangis bukan karena itu. Saya punya uang… Namun saya baru sadar, sudah 60 tahun lebih saya hidup, saya menikmati karunia Tuhan berupa saluran kemih yang sehat, dan Tuhan tidak pernah menyodorkan sehelai kwitansi pun kepada saya… Betapa kufur nikmatnya saya…”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s